PENGENDALIAN HAYATI DAN PENGELOLAAN HABITAT
Nama : Khayatu Khoiri Tanggal : 26 Februari 2015
NIM : 05121407020 Asisten : 1. Aji Artanto
Kelas : Palembang 2. Anita Sari
Judul : Serangga Predator Aphis Gossypii di Ekosistem 3. Lilian Riskie
Tanaman Sayuran 4. Linda Sari
5. Rezalina Indra P
6. Windy Lumban G
7. Andri Purniawan
8. Pebrianta Tarigan
Nilai :
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ekosistem alami dan ekosistem pertanian merupakan tempat hidup komunitas serangga yang terdiri dari banyak jenis serangga dan masing-masing jenis memperlihatkan sifat populasinya sendiri tidak semua jenis serangga dalam agro ekosistem merupakan serangga yang berbahaya atau merupakan hama malahan sebagian besar jenis serangga yang bukan hama dapat berupa musuh alami hama.
Keberadaan serangga predator pemangsa kutu daun Aphis gossypii diseuatu agrosistem pertanian layak diperhatikan, karena predator merupakan agens pengendali hayati yang keberadaanya dapat menekan populasi Aphis gossypii. untuk mempertahankan keberadaan predator tersebut diperlukan informasi mengenai spesies-spesies serangga predator yang memangsa Aphis gossypii. informasi predator atau musuh alami tersebut hendaknya dapat diterima oleh petani, sehingga petani akan mengetahuinya dan dapat mengupayakan agar keberadaanya tetap terjaga di agroekosistem pertanaman sayuran mereka.
Peran musuh alami adalah setral dalam pengendalian hayati. Oleh karena itu sangatlah penting diketahui apakah musuh alami yang ada baik asli maupun eksotik, betul-betul efektif dalam penekanan populasi hama yang ada. Setiap spesies serangga termasuk serangga hama sebagai bagian dari komples yang dapat diserang atau menyerang organisme lain bagi serangga yang diserang organisme penyerang kemudian disebut musuh alami hampir semua kelompok organisme dapat berfungsi sebagai musuh alami serangga hama termasuk binatang vetebrata, nematoda, organisme mikro, invetebrata di luar serangga. Kelompok musuh alami yang paling penting adalah golongan serangga sendiri, dilihat dari fungsinya musuh alami dapat dikelompokan menjadi parasitoid, predator, dan pathogen.
Praktikum pengendalian hayati hama tumbuhan tentang serangga predator Aphis gossypii diekosistem tanaman sayuran bertujuan untuk :
1. mahasiswa mampu menyebut spesies serangga predator diekosistem sayuran,
2.mahasiswa mampu mendeskripsikan cirri-ciri morfologi serangga predator diekosistem sayuran,
3.mahasiswa mampu menjelaskan keanekaragaman dan kelimpahan serangga predator.
II. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum Pengendalian Hayati dan Pengelolaan Habitat dengan judul Serangga predator Aphis gossypii diekosistem tanaman sayuran dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2015 dilaboratorium Insectarium Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Siwijaya.
B. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah Mikroskop, Kumbang koksi predator dan Kumbang koksi hama
C. Cara Kerja
Adapun cara kerja dari praktikum predator Aphis gossypii pada ekosistem Tanaman Sayuran yaitu sebagai berikut :
2. Tulis Karakteristik dari kumbang koksi predator dan hama serta perbedaannya
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Adapun hasil yang didapatkan setelah dilakukan pengamatan adalah sebagai berikut:
Klasifikasi Foto Keterangan
¬¬
Kingdom : Animalia
Filum : Anthropoda
Kelas : Insekta
Ordo : Coleoptera
Famili : Coccinellidae
Genus : Coccinella
Spesies : Coccinella
Transversalis
Predator
Karakteristik :
• Bersifat entomofag,
memakan kutu daun
• Betina bertelur pada
permukaan daun
bagian bawah
sebanyak 20-50 butir.
Ciri-ciri:
• bentuknya oval
mendekati bulat
dengan garis zigzag
hitam
• Antena pendek 3-6
ruas
• berwarna merah cerah dan permukaan licin
• larvanya berwarna
Hitam
¬¬
Kingdom : Animalia
Filum : Anthropoda
Kelas : Insekta
Ordo : Coleoptera
Famili : Coccinellidae
Genus : Henosepilachna
Spesies : Henosepilachna
Sparsa
Hama
Karakteristik:
• Larva dan imago
hidup di permukaan
daun dan makan
jaringan daun
• Bersifat fitofag
(daun sayuran)
Ciri-ciri :
• bentuh tubuh oval
• warna merah
kekuningan dengan
bintik-bintik hitam
• larva berwarna
kuning dan tubuh
dilapisi duri-duri
B. Pembahasan
Pada praktikum ini menggunakan dua jenis kumbang koksi yaitu pradator dan hama. Kumbang koksi adalah salah satu hewan kecil anggota ordo Coleoptera. Famili Coccinellidae Mereka mudah dikenali karena penampilannya yang bundar kecil dan punggungnya yang berwarna-warni serta pada beberapa jenis berbintik- bintik. Serangga ini dikenal sebagai sahabat petani, karena beberapa anggotanya memangsa serangga-serangga hama seperti species aphids termasuk kutu putih jeruk, citrus mealybug (Planococcus citri) dan kutu perisai, telur dan larva adalah makanan kesukaan baik dewasa maupun larva.
Ada beberapa spesies koksi yang juga memakan daun sehingga menjadi hama tanaman, yaitu dari Sub Famili Epilachninae, hama ini pemakan daun seperti daun Terong, Semangka, Parea, labu dan waloh. Penampilan Famili Coccinellidae yang cukup khas sehingga mudah dibedakan dari serangga lainnya. Tubuhnya berbentuk nyaris bundar dengan sepasang sayap keras di punggungnya. Sayap keras di punggungnya berwarna-warni, namun umumnya berwarna mencolok ditambah dengan pola seperti totol-totol. Sayap keras yang berwarna-warni itu sebenarnya adalah sayap elitra atau sayap depannya. Sayap belakangnya berwarna transparan dan biasanya dilipat di bawah sayap depan jika sedang tidak dipakai. Saat terbang, ia mengepakkan sayap belakangnya secara cepat, sementara sayap depannya yang kaku tidak bisa mengepak dan direntangkan untuk menambah daya angkat. Sayap depannya yang keras juga bisa berfungsi seperti perisai pelindung.
Kumbang koksi memiliki penampilan yang cukup khas sehingga mudah dibedakan dari seranggalainnya. Tubuhnya berbentuk nyaris bundar dengan sepasang sayap keras di punggungnya. Sayap keras di punggungnya berwarna-warni, namun umumnya berwarna mencolok ditambah dengan pola seperti totol-totol. Sayap keras yang berwarna-warni itu sebenarnya adalah sayap elitra atau sayap depannya. Sayap belakangnya berwarna transparan dan biasanya dilipat di bawah sayap depan jika sedang tidak dipakai. Saat terbang, ia mengepakkan sayap belakangnya secara cepat, sementara sayap depannya yang kaku tidak bisa mengepak dan direntangkan untuk menambah daya angkat. Sayap depannya yang keras juga bisa berfungsi seperti perisai pelindung.
Kumbang koksi memiliki kaki yang pendek serta kepala yang terlihat membungkuk ke bawah. Posisi kepala seperti ini membantunya saat makan hewan-hewan kecil seperti kutu daun. Di kakinya terdapat rambut-rambut halus berukuran mikroskopis (hanya bisa dilihat dengan mikroskop) yang ujungnya seperti sendok. Rambut ini menghasilkan bahan berminyak yang lengket sehingga koksi bisa berjalan dan menempel di tempat-tempat sulit seperti di kaca atau di langit-langit.
Mayoritas dari koksi adalah karnivora yang memakan hewan-hewan kecil penghisap tanaman semisal kutu daun (afid). Larva dan kepik dewasa dari spesies yang sama biasanya memakan makanan yang sama. Kepik makan dengan cara menghisap cairan tubuh mangsanya. Di kepalanya terdapat sepasang rahang bawah (mandibula) untuk membantunya memegang mangsa saat makan. Ia lalu menusuk tubuh mangsanya dengan tabung khusus di mulutnya untuk menyuntikkan enzim pencerna ke tubuh mangsanya, lalu menghisap jaringan tubuh mangsanya yang sudah berbentuk cair. Seekor kepik diketahui bisa menghabiskan 1.000 ekor kutu daun sepanjang hidupnya.
Beberapa jenis kepik semisal koksi Jepang dan koksi dari spesies Epilachna admirabilis diketahui sebagai herbivora karena memakan daun. Koksi tersebut biasanya meninggalkan jejak yang khas pada daun bekas makanannya karena mereka tidak memakan urat daunnya. Seperti kebanyakan serangga dan hewan, kepik koksi di wilayah empat musim juga melakukan hibernasi (tidur panjang di musim dingin).
Koksi biasanya berkumpul dalam jumlah besar di tempat-tempat seperti di bawah balok kayu, kulit batang, atau timbunan daun saat berhibernasi. Selama periode tidur panjang itu, mereka bertahan dengan memanfaatkan persediaan makanan di tubuhnya.
Hewan-hewan yang memangsa koksi umumnya adalah hewan-hewan pemangsa serangga seperti burung dan laba-laba. Koksi memiliki cara unik dalam mempertahankan diri. Bila merasa terancam bahaya, ia akan berpura-pura mati dengan cara membalikkan tubuhnya dan menarik kakinya ke dalam. Sebagai mekanisme perlindungan lebih lanjut, ia akan mengeluarkan cairan berwarna kuning dari persendian kakinya. Cairan ini memiliki bau dan rasa yang tidak enak sehingga jika berhasil, pemangsanya tidak jadi memakannya karena tidak tahan dengan cairan tersebut.
Pada koksi pemakan daun, betina yang baru bertelur di suatu tanaman akan meninggalkan pola gigitan pada daun agar tidak ada betina lain yang bertelur di tanaman yang sama. Di wilayah empat musim, jika koksi betina tidak berhasil menemukan tanaman yang cocok hingga menjelang musim dingin, maka koksi betina akan menunda pelepasan telurnya hingga musim dingin usai.
Koksi sebagai anggota dari ordo Coleoptera (kumbang) mengalami metamorfosis sempurna: telur,larva, kepompong, dan dewasa. Telur kepik berbentuk lonjong dan berwarna kuning. Telur-telur ini biasanya menetas sekitar seminggu setelah pertama kali dikeluarkan. Larva koksi umumnya memiliki penampilan bertubuh panjang, diselubungi bulu, dan berkaki enam. Larva ini hidup dengan makan sesuai makanan induknya dan ketika mereka bertumbuh semakin besar, mereka melakukan pergantian kulit.
Larva yang sudah sampai hingga ukuran tertentu kemudian akan berhenti makan dan memasuki fase kepompong pada usia dua minggu sejak pertama kali menetas. Kepompong ini biasanya menempel pada benda-benda seperti daun atau ranting dan berwarna kuning dan hitam. Koksi dewasa selanjutnya akan keluar dari kepompong setelah sekitar satu minggu. Sayap depan koksi yang baru keluar masih rapuh dan berwarna kuning pucat sehingga ia akan berdiam diri sejenak untuk mengeraskan sayapnya sebelum mulai berakivitas
Koksi juga dikenal sebagai salah satu pembasmi hama ramah lingkungan. Sekitar abad ke-19, perkebunan buah di wilayah Asia dan Amerika Serikat diserang oleh hama serangga yang dikenal sebagai sisik bantal kapuk(Icerya purchasi) dan sempat menyebabkan kerugian besar. Hama itu sebenarnya adalah sejenis kutu daun yang hidup dengan menghisap sari tanaman dan membentuk semacam lapisan bersisik di sekitarnya untuk melindungi dirinya. Hewan itu terbawa tanpa sengaja dari Australia hingga sampai di wilayah perkebunan di benua lain.
IV. PENUTUP
A. Kesimpulan
1. kumbang koksi adalah salah satu hewan kecil anggota ordo Coleoptera.
2. kumbang koksi predator memiliki Ciri-ciri: bentuknya oval, mendekati bulat dengan garis zigzag hitam, antena pendek 3-6 ruas berwarna merah cerah dan permukaan licin, dan larvanya berwarna hitam.
3. kumbang koksi predator Ciri-ciri : bentuh tubuh oval, warna merah kekuningan dengan bintik-bintik hitam, larva berwarna kuning dan tubuh dilapisi duri-duri.
4. kumbang koksi predator adalah karnivora yang memakan hewan-hewan kecil semisal kutu daun.
5. kumbang koksi hama merupakan pemakan daun seperti daun Terong, Semangka, Parea, labu, waloh dan lain-lain.
B. Saran
Pada praktikum serangga predator Aphis gossypii diekosistem tanaman sayuran ini hendaknya dilaksanakan dengan teliti srta memahami terlebih dahulu perbedaan antara kumbang koksi predator dan kumbang koksi hama supaya memudahkan dalam pengamatan.