LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM ILMU GULMA
ORGAN PERBANYAKAN VEGETATIF (OPV)
Khayatu Khoiri
05121407020
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2014
I.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kehadiran
gulma pada suatu pertanaman berkaitan dengan deposit biji gulma di dalam tanah.
Biji gulma dapat tersimpan dan bertahan hidup selama puluhan tahun dalam
kondisi dorman, dan akan berkecambah ketika kondisi lingkungan dapat mematahkan
dormansi itu, yaitu jika syarat perkecambahan dapat terenuhi. Untuk
perkecambahan biji gulma perlu; cahaya, air, suhu, oksigen dan kelembaban.
Terangkatnya biji gulma ke lapisan atas permukaan tanah maka akan mendapatkan
cahaya dan oksigen, serta tersedianya kelembaban yang sesuai untuk
perkecambahan mendorong gulma untuk tumbuh dan berkembang.
Biji
spesies gulma semusim (annual spesies) dapat bertahan dalam tanah selama
bertahun-tahun sebagai cadangan benih hidup atau variabel seeds (Melinda at al.
1998). Biji gulma yang ditemukan di makam Mesir yang telah berumur ribuan tahun
masih dapat menghasilkan kecambah yang sehat. Jumlah biji gulma yang terdapat
dalam tanah mencapai ratusan juta biji (Direktorat Jendral Perkebunan 1976).
Karena benih gulma dapat terakumulasi dalam tanah, maka kepadatannya terus
meningkat (Kropac, 1966). Dengan pengolahan tanah secara konvensional,
perkecambahan benih gulma yang terbenam tertunda, sampai terangkat ke permukaan
karena pengolahan tanah.
B. Tujuan
Praktikum
Tujuan
praktikum adalah untuk mengetahui adanya simpanan biji gulma dalam tanah, dan Untuk
mengetahui jenis-jenis gulma yang ada pada setiap lapisan dengan berbagai
kedalaman.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Pembiakan
tanaman atau perbanyakan tanaman (plant propagation) adalah
proses menciptakan tanaman baru dari berbagai sumber atau bagian tanaman,
seperti biji, stek, umbi, dan bagian tanaman lainnya. Tujuan utama dari
pembiakan tanaman adalah untuk mencapai pertambahan jumlah, memelihara
sifat-sifat penting dari tanaman (Askari,
2010), dan juga untuk mempertahankan eksistensi jenisnya.
Dalam dunia pertanian, tanah mempunyai peranan sebagai tempat
tumbuh dan berkembangnya akar tanaman, tempat persediaan udara bagi pernapasan
akar, tempat persediaan unsur-unsur makanan bagi tumbuhan, tempat persediaan
air bagi tumbuh-tumbuhan dan tempat berkembangnya mikro dan makroorganisme yang
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Agar mampu menjalankan peran-peran
tersebut, maka tanah harus memiliki kesuburan dan kesehatan yang baik.
Kata ”kesuburan dan kesehatan tanah” sering kali digunakan secara
bersamaan. Pada kenyataannya ada dijumpai tanahnya subur tetapi tanaman yang
tumbuh di atasnya, tumbuh tidak sehat (Husnalita, dkk. 1996).
Perbanyakan
secara seksual atau generatif adalah proses perbanyakan dengan menggunakan
salah satu bagian dari tanaman, yaitu biji. Biji adalah organ tanaman yang
terbentuk setelah terjadinya proses fertilisasi (menyatunya/ meleburnya gamet
jantan dan gamet betina). Biji dapat dianggap sebagai tanaman mini karena di
dalamnya sudah terdapat bagian-bagian tanaman yang tersusun dalam massa yang
kompak.
`Salah
satu tujuan perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji adalah untuk memperoleh
sifat-sifat baik tanaman, seperti akar yang kuat, tahan penyakit, dll.
Perbanyakan secara generatif ini memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan-kelebihannya diantaranya adalah :
(1) sistem
perakarannya kuat
(2) masa
produktif lebih lama
(3) lebih mudah
diperbanyak
(4) tahan
penyakit yang disebabkan oleh tanah
(5) memiliki
keragaman genetik yang digunakan untuk pemuliaan tanaman.
Sedangkan
kekurangan dari perbanyakan ini adalah :
(1) Waktu
berbunga lebih lama
(2) Anakan
berbeda dengan induknya, tidak cocok untuk perbanyakan yang membutuhkan
keseragaman.
Perbanyakan
tanaman dengan biji (generatif) terutama dilakukan untuk penyediaan batang
bawah yang nantinya akan diokulasi atau disambung dengan batang atas dari jenis
unggul. Perbanyakan dengan biji juga masih dilakukan terutama pada tanaman
tertentu yang bila diperbanyak dengan cara vegetatif menjadi tidak efisien
(tanaman buah tak berkayu). Keunggulan tanaman ini digunakan sebagai batang
bawah adalah karena memiliki batang yang kokoh dan tahan penyakit tular tanah.
Tanaman-tanaman yang sudah dikembangkan sebagai batang bawah di antaranya
adalah karet, durian, jeruk, dan alpukat.
Pertumbuhan
gulma dalam pertanaman hamparan tanah yang didiamkan erat dengan adanya pertumbuhan
biji gulma yang terpendam dalam tanah. Biji-biji gulma ini tersimpan dan
bertahan hidup sampai tenggang waktu yang relatif panjang dalam kondisidorman,
dan akan segera berkecambah ketika kondisi lingkungan mematahkan dormansi itu.
Terangkatnya biji gulma ke lapisan atas permukaan tanah dan tersediannya
kelembaban yang sesuai untuk perkecambahan mendorong gulma untuk tumbuh dan
berkembang (Fadhly,et al , 2004).
Jumlah
biji gulma yang terdapat dalam tanah mencapai ratusan juta biji (Direktorat
Jenderal Perkebunan 1976 dalam Fadhly, et al, 2004). Kemudian deposit biji
gulma dalam tanah dapat bertahan dalam jangka waktu yang berkaitan dengan
spesies atau genetik dari gulma itu sendiri. MenurutMelinda et al . (1998).
Biji
spesies gulma setahun ( annual spesies) dapat bertahan dalam tanah selama
bertahun-tahun sebagai cadangan benih hidup atau viable seed. Seperti yang
dinyatakan oleh Kropac, 1966 dalam Fadhly, et al, 2004, Biji gulma yang
ditemukan di makam Mesir yang telah berumur ribuan tahun masih dapat
menghasilkan kecambah yang sehat karena benih gulma dapat terakumulasi dalam
tanah, maka kepadatannya terus meningkat. Adanya pengolahan tanah konvensional,
proses perkecambahan benih gulma yang terendam di dalam tanah tertunda sampai
biji terangkat ke permukaan karena pengolahan tanah. Penelitian selama tujuh
tahun mengindikasikan lebih sedikit benih gulma pada petak tanpa olah tanah
dibanding petak yang diolah dengan bajak singkat (moldboard-plow), biji gulma
terkonsentrasi pada kedalaman 5 cm dari lapisan atas tanah (Clementset al, 1996
dalam Fadhly, et al, 2004).
III.
METODOLOGI PRAKTIKUM
A.
Waktu
dan Tempat
Adapun
waktu pelaksanaan praktikum organ perbanyakan vegeatif dilaksanakan pada
tanggal November 2014, bertempat di
lahan percobaan jurusan budidaya pertanian fakultas pertanian universitas
Sriwijaya.
B. Alat Dan Bahan
Adapun
Alat Alat yang digunakan berupa :Polibag, Cangkul, Penggali tanah, Buku
identifikasi, Bahan - Bahan yang digunakan berupa tanah yang digali dengan
berbagai kedalaman dan berbagai tempat.
Cara Kerja
1). Siapkan
polibag sejumlah 27 buah, bagi menjadi 3 (kelompok A, B, dan C) masing-masing 9 buah.
2). Isi polibag
dengan tanah yang digali dari tanah dengan kedalaman 0-3 cm (9 polibag), 3-6 cm
(9 polibag), 6-9 cm (9 polibag), sebelum dimasukkan ke dalam polibag tanah
dihaluskan terlebih dahulu.
3) Siram
dan tempatkan polibag yang telah terisi tanah tersebut, dan tempatkan di tempat
terbuka dan aman.
4). Pemeliharaan
berupa penyiraman yang dilakukan setiap hari..
IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Hasil
yang didapatkan dalam praktikum ilmu gulma tentang OPV pada perlakuan lapisan
tanah ke 6 – 9 adalah sebagai berikut :
|
No
|
Nama Gulma
|
Jumlah Gulma
|
|
1
|
Gajah mini
Pennisetum
purperium
|
7 gulma
|
|
2
|
Bayam duri
Amaranthus spinosus L
|
3 gulma
|
|
3
|
Belimbing
tanah
Oxalis
barrelieri L
|
10 gulma
|
B.
Pembahasan
Dalam
praktikum organ perbanyakan vegetative pada tanah yang didiamkan dalam polibeq
yang dalam setiap kelompoknya berbeda lapisan yaitu kelompok pertama lapisan
0-3 cm , sedangkan untuk kelompok kedua yaitu dengan perlakuan pada lapisan 3-6
cm dan untuk kelompok yang ketiga menggunakan perlakuan lapisan 6-9 cm tentu
pada setiap lapisan terdapat pertumbuhan gulma yang berbeda-beda hal tersebut
disebabkan karena adanya kandungan unsure hara yang berbeda pula dengan yang
lainnya.
Dalam
perlakuan mengunakan lapisan tanah dengan kedalaman 6-9 cm setelah dilakukan
pengamatan maka didapatkan tiga jenis gulma yang menumbuhi tanah yang ada
didalam polibeq, dari berbagai perlakuan didapatkan perlakuan pada lapisan
dengan kedalam 6-9 ini lah yang paling sedikit ditumbuhi oleh gulma, sedangkan
gulma yang banyak tumbuh ialah pada lapisan pertama yaitu dengan kedalaman 0-3
cm. dan pada perlakuandengan kedalaman tanah 3-6 pertumbuhan gulma nya juga
cukup optimal.
Jenis
gulma yang menumbuhi pada lapisan 6-9 cm yaitu dari jenis rumput gajah mini
yang dicirikan dengan daun kecil berwara hijau, gulma ini berjumlah sebanyak 7
gulma, selain gulma yang ada ialah bayam-bayaman yang mana berjumlah 3 gulma
dan yang terakhir gulma blimbing tanah yang berjumlah 10 gulma. Dengan adanya
jenis gulma yang sedikit pada lapisan 6-9 maka persaingan nya pun lebih sedikit
pula.
Dari
ketiga jenis gulma tersebut, gulma blimbing tanah paling banyak menumbuhi pada
perlakuan kedalamn 6-9 cm berbeda halnya dengan perlakuan yang lainya dimana
pada perlakuan lainya gulma yang paling dominan yaitu dari jenis rumput
rumputan teki.
V.
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
1.
Pada
perlakuan kedalaman 6-9 cm gulma yang tumbuh hanya sedikit.
2.
Pada
lapisan pertama lebih banyak ditumbuhi oleh tumbuhan gulma.
3.
Gulma lebih cepat tumbuh pada tanah lapisan
0-3 cm dibandingkan dengan yang lapisan lain.
4.
Dalam dunia pertanian, tanah mempunyai peranan sebagai tempat
tumbuh dan berkembangnya akar tanaman.
5.
Kebanyakan
biji gulma terpendam dalam tanah sehingga pada pengolaan tanah biji gulma
terangkat keatas permukaan dan mengalami perkecambaha.
B.
Saran
Pada
praktikum ini hendaknya penyiraman tanah sampel untuk pertumbuhan gulma
dilakukan setiap hari untuk menjaga kondisi tanah agar tetap lembab. Serta
dalam melaksanakan praktikum lebih serius dan teliti dalam menentukan jenis
gulma yang menumbuhi pada setiap lapisan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonym 207, http://orenzpunya.wordpress.com/2007/08/11/Pengendalian-Gulma/,
diakses pada tanggal 25 november 2014
Askari, 2010. Dasar-Dasar Hortikultura. Departemen Budidaya
Pertanian, Fakultas Pertanian, IPB. 505hal.
Husnalita, dkk. 1996. Aplikasi Pupuk Kandang dan Tanaman Sela
(Crotalaria juncea L.) PadaGulma. http://pustakapertanianub.staff.ub.ac.id/files/2012/05/jurnal-tari.pdf. Di akses pada tanggal 26 november 2014.
Ishak, 2009, Penuntun Praktikum Pengendalian Gulma Tim Asisten,
Makassar.
Kusmiadi, 2008, Mengapa Gulma Sangat Merugikan,pesero. Jakarta,
Kusmiadi, 2008, Mengapa Gulma Sangat Merugikan,pesero. Jakarta,
Satuhu, 2004, Penanganan dan Pengolahan Pangan, Penebar Swadaya, Jakarta.
Winarno, 2004, Cara Pengendalian Gulma, Penerbit PT Gramedia, Jakarta.
LAMPIRAN
Polibeq
perlakuan 6 - 9 cm
Lapipisan
tanah pada kedalan 6 – 9 cm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar