Rabu, 11 November 2015

Laba-laba Predator

LAPORAN PRAKTIKUM
PENGENDALIAN HAYATI DAN PENGELOLAAN HABITAT

Nama : Khayatu Khoiri       Tanggal : 12 Maret 2015
NIM : 05121407020  Asisten    :  1. Aji Artanto
Kelas : Palembang          2. Anita Sari
Judul : Laba-laba Predator                        3. Lilian Riskie
             4. Linda Sari
          5. Rezalina Indra P
          6. Windy Lumban G
          7. Andri Purniawan
          8. Pebrianta Tarigan              
    Nilai  :


I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara umum populasi organisme di alam berada dalam keadaan seimbang pada jenjang populasi tertentu contohnya yaitu laba-laba, atau disebut juga labah-labah, adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Semua jenis laba-laba digolongkan ke dalam ordo Araneae dan bersama dengan kalajengking, ketonggeng, tungau semuanya berkaki delapan dimasukkan ke dalam kelas Arachnida.
Laba-laba merupakan hewan pemangsa, bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga. Hampir semua jenis laba-laba, dengan perkecualian sekitar 150 spesies dari suku Uloboridae dan Holarchaeidae, dan subordo Mesothelae, mampu menginjeksikan bisa melalui sepasang taringnya kepada musuh atau mangsanya. Meski demikian, dari puluhan ribu spesies yang ada, hanya sekitar 200 spesies yang gigitannya dapat membahayakan manusia. Tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain.
Kebanyakan laba-laba memang merupakan predator (pemangsa) penyergap, yang menunggu mangsa lewat di dekatnya sambil bersembunyi di balik daun, lapisan daun bunga, celah bebatuan, atau lubang di tanah yang ditutupi seresah. Beberapa jenis memiliki pola warna yang menyamarkan tubuhnya di atas tanah, batu atau pelepah pohon, sehingga tak perlu bersembunyi. Laba-laba penenun (misalnya anggota suku Araneidae) membuat jaring-jaring sutera berbentuk kurang lebih bulat di udara, di antara dedaunan dan ranting-ranting, di muka rekahan batu, di sudut-sudut bangunan, di antara kawat telepon, dan lain-lain. Jaring ini bersifat lekat, untuk menangkap serangga terbang yang menjadi mangsanya.
Dengan adanya serangga yang terperangkap jaring laba-laba maka laba-laba segera mendekat dan menusukkan taringnya kepada mangsa untuk melumpuhkan dan sekaligus mengirimkan enzim pencerna ke dalam tubuh mangsanya. Sedikit berbeda, laba-laba pemburu (seperti anggota suku Lycosidae) biasanya lebih aktif. Laba-laba jenis ini biasa menjelajahi pepohonan, sela-sela rumput, atau permukaan dinding berbatu untuk mencari mangsanya. Laba-laba ini dapat mengejar dan melompat untuk menerkam mangsanya.

B. Tujuan
Adapun tujuan dalam praktikum ini adalah untuk mengetahui contoh-contoh laba-laba predator.







II. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum Pengendalian Hayati dan Pengelolaan Habitat dengan judul laba-laba predator dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2015, pukul 10:00 WIB dilaboratorium Insect Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Siwijaya.

B. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ialah 1. laba-laba predator, 2. Microscop, 3. kamera.

C. Cara Kerja
1. mencari laba-laba yang ada di alam
2. pengamatan laba-laba dengan Microscop
3. mencatat perbedaan antar laba-laba.












III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Jenis laba-laba predator Gambar Keterangan


Tetragnatha  javana





Pardosa pseudoannulata








memiliki kaki yang panjang
memiliki 3 pasang kaki
bentuk tubuh lonjong memanjang
ukuranya tidak sebesar laba-laba pardosa
habitatnya berada di tajuk tanaman







memiliki 4 pasang kaki
warna gelap cenderung berbulu
habitatnya berada dipermukaan tanah atau dekat dengan pangkal tanah
memangsa hama wereng
memiliki garis yang bercahaya dan berbentuk huruf Y
masyarakat sering menyebutnya laba-laba serigala
laba-laba ini banyak ditemukan didaerah basah bekas olahan tanah.
B. Pembahasan
Pardosa pseudoannulata memiliki ciri bentuk bercabang atau berbentuk Y pada karapas. Margin sub-lateral memiliki pita putih longitudinal. Laba-laba jantan memiliki 4 sampai 5 band cahaya melintang di sisi dorsal perut,sedangkan perempuan memiliki 3 memanjang-bulat telur band cahaya dan sepasang bintik-bintik bulat.  ukuran betina dewasa mencapai 8 mm dan jantan dewasa 6 mm Berwarna coklat hingga abu-abu. Pola hidup berburu pada malam hari, siang hari digunakan untuk bersembunyi diantara benda-benda berlumut dan membusuk. Laba-laba hidup di liang berpelindung dengan pintu keluar yang terbuka dan tanpa aksesoris.
Pardosa pseudoannulata adalah laba-laba yang merupakan sangat aktif untuk memburumangsanya, laba-laba dewasa biasanya banyak ditemukan didekat pangkal tanaman. laba-laba ini lebih memilih wereng sebagai mangsa. Laba-laba ini memakan 5 sampai 15 mangsa setiap hari. Pada kepadatan hama yang tinggi, mereka juga memakan satu sama lain. Laba-laba betina sebanyak 200 hingga 400 telur di dalam kantung. Dari kantung ini, sekitar 60 sampai 80 akan menetas. laba-laba yang baru menetas tetap melekat pada induknya selama beberapa hari.
Laba-laba jantan menggoyangkan bagian mulutnya (yang tampaknya seperti kaki) untuk merayu betina. Setelah perkawinan, laba-laba betina menenun kantong telur yang disambungkan ke bagian belakang tubuhnya. Kantong ini dibawa ke mana-mana, juga saat berburu. Anak laba-laba yang menetas naik ke punggung induknya, yang mampu membawa 100 anak di punggungnya. Sesudah cukup besar, mereka turun dari induknya pada saat angin berhembus, mengangkat bagian belakang badannya, menenun sutera, dan ditiup angin ke tempat lain.
Di lahan rawa pasang surut banyak dijumpai beberapa jenis predator pemakan serangga diantaranya ordo Arachnida (laba-laba) yang paling banyak dijumpai. Kehadiran laba-laba pada pertanaman padi merupakan syarat utama, karena predator ini mampu memangsa 2-3 serangga per hari dan dalam waktu yang relatif singkat dapat menghasilkan turunan yang banyak sehingga dapat mengimbangi populasi hama serangga. Laba-laba Lycosa pseudoanulata mampu menghasilkan 200-400 keturunan dalam masa 3-5 bulan, Oxyopes javanus dan Oxyopes lineatipes menghasilkan 200-350 keturunan dalam masa 3-5 bulan sedang Tetragnatha hidup selama 1-3 bulan dan dapat bertelur 100-200 butir. Seperti halnya laba-laba.
laba-laba predator yang paling dominant ditemukan adalah laba-laba rahang panjang (Tetragnatha mandibulata, T. javana dan T. maxillosa). Jenis capung jarum (Agriocnemis sp) mulai muncul setelah tanaman mulai rimbun karena capung dewasa umumnya terbang dibawah tajuk daun padi untuk mencari mangsa yang sedang terbang termasuk wereng pada tanaman.
Sarang laba-laba telah dimanfaatkan sebagai terapi menghentikan perdarahan oleh penduduk sejak lama, namun belum ada penelitian empiris yang membuktikan efek ini. Penelitian Chattopadhyay et. al memperlihatkan efek hemostatik Spider Silk Protein (SSP) laba-laba genus Tetragnathidae. Berbagai penelitian tentang SSP telah dilakukan, salah satunya adalah kandungan SSP.  Tipe ini mengandung protein fibroin yang terdiri dari spidroin 1 dan spidroin 2. laba-laba predator yang digunaka dalam praktikum ini yaitu dua jenis yaitu Tetragnatha  javana dan Pardosa pseudoannulata














IV. PENUTUP
A. Kesimpulan
1.Pardosa pseudoannulata memiliki ciri bentuk bercabang atau berbentuk Y pada karapas.
2. pardosa pseudonulata habitatnya berada dipermukaan tanah atau dekat dengan pangkal tanah.
3. kebanyakan laba-laba memang merupakan predator (pemangsa) penyergap, yang menunggu mangsa lewat di dekatnya sambil bersembunyi di balik daun.
4. laba-laba Lycosa pseudoanulata mampu menghasilkan 200-400 keturunan dalam masa 3-5 bulan.
5. laba laba Tetragnatha  javana habitatnya berada di tajuk tanaman.

B. Saran
Dalam praktikum pengelolaan hayati hama tumbuhan tentang laba-laba predator hendaknya setiap orang memiliki sendiri laba-laba dan dapat dilihat dengan menggunakan microscop untuk mengetahui cirri-cirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar