LAPORAN PRAKTIKUM
PENGENDALIAN HAYATI DAN PENGELOLAAN HABITAT
Nama : Khayatu Khoiri Tanggal : 05 Februari 2015
NIM : 05121407020 Asisten : 1. Aji Artanto
Kelas : Palembang 2. Anita Sari
Judul : Biologi dan Taksonomi Serangga 3. Lilian Riskie
Predator dan Parasitoid 4. Linda Sari
5. Rezalina Indra P
6. Windy Lumban G
Nilai :
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Istilah entomophagy berasal dari Bahasa Yunani, yaitu entomon = serangga dan phagein = makan. Jadi, entomophagy merupakan istilah yang menunjukan perilaku memakan serangga. Entomofaga itu sendiri berarti pemakan serangga yang terdiri parasitoid dan predator. Contoh entomofaga, antara lainparasitoid telur, parasitoid larva, laba-laba, kalajengking, tungau predator, ikan, katak, dan burung.
Parasitoid adalah serangga yang hidup sebagai parasit pada atau didalam serangga lain hanya selama masa pradewasanya saja (masa larva). Imagonya hidup bebas, bukan parasit,dan hidup dengan memakan nectar, embun madu, air, meskipun juga kadang-kadang menghisap cairan bandan inang. Parasitoid hanya memarasit kelompok serangga atau antropoda. Ukuran parasitoid relative besar dibandingkan ukuran inang nya, dan tidak pernah pindah inang selama perkembanganya. Sebagian besar parasitoid tergolong dalam ordo Hymenoptera, sub ordo Apocrica. Ordo Diptera juga hamper semua spesiesnya hidup sebagai parasitoid, misalnya family Tachinidae semua spesies berperan sebagai parasitoid dan mempunyai peran penting dalamberbagai aktivitas pengendalian hayati.
Pengendaian hayati merupakan bagian dari pengendalian yang alami karena memanfaatkan factor pengendali yang sudah ada di alam. Factor pengendali tersebut merupakan musuh alami organisme yang dikendalikan. Secara umum pengertian pengendalian hama secara biologi/hayati adalah penggunaan makhluk hidup untuk membatasi populasi organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Makhluk hidup dalam kelompok ini diistilahkan juga sebagai organisme yang berguna yang dikenal juga sebagai musuh alami, seperti predator, dan parasitoid.
Deskripsi serangga predator secara umum, predator/pemangsa didefinisikan sebagai makhluk hidup yang memakan makhluk hidup lainnya. Pemangsaan merupakan suatu cara hidup yang sumber makanannya diperoleh dengan menangkap, membunuh, dan memakan hewan lain. Contoh serangga predator adalah kumbang ladybird, lalat perompak, dan larva syrphidae. Deskripsi Serangga Parasit Pengertian parasit adalah binatang pada umumnya serangga yang hidupnya di dalam atau menumpang pada binatang atau serangga lain dan menjadikan binatang yang ditumpanginya sebagai sumber kehidupannya.
Golongan Serangga Predator Pemangsa dari kelompok arthropoda terdiri atas sejumlah besar jenis serangga, ditambah dengan laba-laba dan tungau pemangsa. Di dunia ini diperkirakan ada sekitar 200.000 jenis pemangsa arthropoda, termasuk berbagai jenis laba-laba dan tungau pemangsa. Beberapa bangsa serangga yang penting sebagai pemangsa dalam pengendalian alami dan hayati, antara lain adalah Coleoptera, Hemiptera, Neuroptera, dan Diptera.Kelompok pemangsa penting yang bukan serangga adalah laba-laba dan tungaupemangsa. Contoh dari golongan serangga predator yaitu Ordo Orthoptera (bangsa belalang), Ordo Hemiptera (bangsa kepik) / kepinding, Ordo Coleoptera (bangsa kumbang), Ordo Diptera (bangsa lalat, nyamuk), Ordo Lepidoptera (bangsa kupu/ngengat), Ordo Odonata (bangsa capung/kinjeng). Golongan serangga parasit ada tiga bentuk partenogenesis yang dijumpai pada parasitoid, yaitu thelyotoky (semua keturunannya betina diploid tanpa induk jantan), deuterotoky (keturunannya sebagian besar betina diploid yang tidak mempunyai induk jantan dan jarang ditemukan jantan haploid), dan arrhenotoky (keturunan jantan haploid tidak mempunyai induk jantan, dan keturunan betinanya berasal dari induk betina dan jantan (diploid).
Menurut Rosichon, pengendalian biologi memiliki keunggulan lebih ramah lingkungan. Pasalnya, penggunaan insektisida dapat dikurangi bahkan tidak digunakan sama sekali. Kendati demikian, kunci dari pengendalian hama secara biologi adalah mengenal terlebih dahulu aspek biologi dari serangga itu sendiri. Aspek biologi dari serangga antara lain siklus hidup, umur, dan deskripsi masing-masing spesies. Informasi tersebut menjadi penting untuk menentukan saat yang tepat untuk pengendalian hama. Walaupun usahanya pengendalian hayati memerlukan waktu yang cukup lama dan berspektrum sempit (inangnya spesifik), tetapi banyak keuntungannya, antara lain aman, relatif permanen, dalam jangka panjang relatif murah dan efisien, serta tidak akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Dari uraian di tersebut, jelaslah bahwa musuh-musuh alami mempunyai peranan yang sangat besar dalam membantu kita untuk menekan perkembangan hama tanaman. Pengendalian hama yang hanya menggunakan pestisida saja dengan spektrum luas dan terus-menerus sebenarnya tidak baik dari segi ekologi. Oleh karena itu dalam pengelolaan hama, cara pengendalian hayati perlu ditingkatkan dan penggunaan pestisida hendaknya dilakukan secara bijaksana agar keseimbangan alami tidak terganggu.
B. Tujuan
Tujuan dari pengenalan Biologi dan Taksonomi Serangga Predator dan Parasitoid ini adalah agar mahasiswa mampu mengenali beberapa spesies serangga predator dan parasitoid.
II. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum Pengendalian Hayati dan Pengelolaan Habitat dengan judul Biologi dan Taksonomi Serangga Predator dan Parasitoid dilaksanakan pada tanggal 05 Februari 2015 di Laboratorium Insect Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Siwijaya.
B. Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan adalah kamera dan bahan yang digunakan adalah awetan serangga diantaranaya ialah capung, undru-undur, kupu-kupu, belalalng sembah, tawon,
C. Cara Kerja
Adapun cara kerja dari praktikum ini yaitu
1. Identifikasi serangga
2. Amati serangga, memfoto serangga dan menjelaskan baik dari segi biologi dan taksonomi
3. Catat dalam bentuk laporan
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Tawon - Predator
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Famili : Vespidae
Genus : Vespa
Spesies : Vespa Mandarinia
2. Capung Tentara - Predator
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Order : Odonata
Family : Gomphidae
Genus : Orthetrum
Species : Orthetrum Sabina
3. Undur – undur – Predator
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Order : Neuroptera
Family : Myrmeleontidae
Genus : Myrmeleon
Species : Myrmeleon frontalis
4. Belalang Sembah - Predator
Kingdom : Animalia
Filum : arthropoda
kelas : Insecta
ordo : orthoptera
family : Mantisadeae
genus : mantis
spesies : Mantis religiosa
5. Kupu – Kupu Great Eggfly – Penyerbuk
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Lepidotera
Famili : Nymphalidae
Genus : Hypolimnas
Spesies : Hypolimnas bolina
6. Kumbang Penggali - Predator
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Coleoptera
Famili : Silphidae
Genus : Nicrophus
Spesies : Nicrophus americanus
7. 8.
B. Pembahasan
Dari hasil identifikasi jenis serangga yang ada didapatkan bahwa serangga Tawon dan anggota Hymenoptera lainnya memiliki tubuh yang mudah dikenali dibandingkan dengan kelas serangga lainnya. Tubuhnya terbagi menjadi 3 bagian utama: kepala, thorax, dan abdomen (beberapa literatur lain menyebutnya terdiri dari kepala,metasoma, dan mesosoma walaupun maksudnya sama). Ciri khas utama dari anggota Hymenoptera termasuk tawon adalah adanya "pinggang" berukuran ramping yang menghubungkan bagian dada dengan perutnya (kecuali pada lalat gergaji famili Tenthrenidae) sehingga tubuhnya bisa menekuk dengan mudah. Beberapa jenis tawon semisal tawon sarang lumpur dari famili Spechidae bahkan memiliki ruas pinggang yang panjang.
Di kepala tawon terdapat sepasang mata majemuk, yaitu mata yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil. Selain sepasang mata majemuk tadi, tawon juga memiliki 3 buah oselus (mata sederhana) di puncak kepalanya. Oselus tidak digunakan untuk melihat, melainkan untuk mendeteksi intensitas cahaya di sekitarnya sehingga mereka bisa tahu kapan harus memulai dan mengakhiri aktivitasnya. Tawon juga memiliki sepasang rahang bawah (mandibula) yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas seperti menjepit benda, mencabut serat kayu, dan bahkan untuk membunuh serangga lain. Bagian lain yang terdapat di kepala tawon adalah sepasang antena yang berbuku-buku untuk mendeteksi rangsangan kimia.
Tawon sebagai anggota filum Arthropoda tidak memiliki kerangka dalam, namun tubuhnya ditutupi oleh cangkang luar yang disebut eksoskeleton. Warna cangkang luarnya bervariasi di mana pada tawon dari familia Vespidae, tubuhnya berwarna mencolok kuning dan hitam sebagai peringatan bagi hewan lain agar tidak mengganggunya bila tidak ingin disengat. Tubuh tawon juga nyaris tidak diselubungi rambut (kebalikan dari lebah yang tubuhnya diselubungi rambut lebat).
Semua tawon memiliki sayap (kecuali tawon betina dari famili Mutillidae) berwarna transparan. Sayap ini jumlahnya 2 pasang dan bergerak seirama di mana jika sayap depan naik, maka sayap belakang juga ikut bergerak naik. Tawon sangat pandai terbang di udara karena saat terbang, ia bisa melakukan aneka manuver seperti terbang cepat, berputar di angkasa, dan bahkan terbang mundur. Tawon umumnya terbang dengan melipat kakinya, sementara beberapa jenis tawon lain semisal tawon kertas membiarkan kaki belakangnya menggantung (tidak terlipat) saat terbang.
Capung merupakan serangga yang menarik, memiliki 4 sayap yang berselaput dan banyak sekali urat sayapnya. Bentuk kepala besar dengan mata yang besar pula. Antena berukuran pendek dan ramping. Capung ini memiliki toraks yang kuat dan kaki yang sempurna. Abdomen panjang dan ramping, tidak mempunyai ekor, tetapi memiliki berbagai bentuk umbai ekor yang telah berkembang dengan baik.
Mata capung sangat besar dan disebut mata majemuk, terdiri dari banyak mata kecil yang disebut ommatidium. Dengan mata ini capung mampu melihat ke segala arah dan dengan mudah dapat mencari mangsa atau meloloskan diri dari musuhnya, bahkan dapat mendeteksi gerakan yang jauhnya lebih dari 10 m dari tempatnya berada.
Tubuh capung tidak berbulu dan biasanya berwarna-warni. Beberapa jenis capung ada yang mempunyai warna tubuh mengkilap (metalik).
Kedua pasang sayap capung berurat-urat. Para ahli capung dapat mengidentifikasi dan membedakan kelompok capung dengan melihat susunan urat-urat pada sayap. Masing-masing susunan urat memiliki nama tersendiri. Kaki capung tidak terlalu kuat, oleh karena itu capung menggunakan kakiknya bukan untuk berjalan, melainkan untuk berdiri (hinggap) dan menangkap mangsanya. Kaki-kaki capung yang ramping itu juga dapat membentuk kurungan untuk membawa mangsanya. Capung biasa dapat menangkap mangsa dan memakannya sambil terbang, sedangkan capung jarum makan sewaktu hinggap. Habitat Capung, Capung menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai nimfa yang sangat bergantung pada habitat perairan seperti sawah, sungai, danau, kolam atau rawa. Tidak ada satu jenis pun capung yang hidup di laut, namun ada beberapa jenis yang tahan terhadap tigkat kadar garam tertentu. Capung melakukan kegiatannya pada siang hari, saat matahari bersinar. Oleh karena itu, pada hari yang panas capung akan terbang sangat aktif dan sulit untuk didekati. Sedangkan pada dini hari atau di sore hari saat matahari tenggelam kadang-kadang capung lebih mudah didekati.
Berbeda dengan capung undur-undur Walaupun setelah melalui proses metamorphosis tidak sempurna undur-undur juga akan berubah menjadi mirip capung jarum namun memiliki antena yang panjang. Ukurannya relatif kecil, bervariasi antar satu spesies dengan lainnya dengan panjang tubuhnya antara 4-10 cm. Kemampuan terbang capung undur-undur ini tidak selincah Capung. Walaupun dari jenis serangga berbeda orang awam sering mengira kedua jenis hewan ini sama. Kalau Capung meletakkan telurnya di air, sedangkan capung undur-undur ini meletakan telurnya di tanah gembur dan berpasir hangat
Belalang sembah adalah serangga yang termasuk ke dalam ordo Mantodea. Dalam bahasa Inggris, serangga ini biasa disebut praying mantis karena sikapnya yang seringkali kelihatan seperti sedang berdoa. Seekor belalang sentadu betina yang hamil akan menghasilkan massa busa yang besar, yang disebut ootheca (jamak: oothecae). Ootheca ini dapat memuat hingga 300 butir telur, yang semuanya dilindungi dalam kantung busa. Oothecae ini dihasilkan pada musim gugur dan sesudah itu belalang sentadu dewasa mati dan menetas dalam waktu hingga lima bulan. Belalang sembah merupakan hewan karnivora, jenis hewan yang biasa dimangsa oleh belalang sembah bermacam-macam, dari serangga-serangga kecil seperti jangkrik, kupu-kupu, lebah,hingga hewan vertebrata seperti ular, tikus, kadal, katak, dan burung kecil.
Kupu-kupu adalah serangga yang aktif disiang hari bersayap lebar dan kebanyakan berwarna cerah dibandingkan dengan warna sayap kupu-kupu yang aktif pada malam hari, dan termasuk dalam bangsa Lepidoptera. Penyebaran kupu-kupu sangat luas sekali dan dapat ditemukan di manapun di dunia yang ada tumbuhtumbuhan, bahkan sampai daerah yang bersalju abadi di pegunungan tinggi dan kutub utara, di hutan, di rawa, dan di daerah terbuka maupun di pantai berpasir.
Tubuh kupu-kupu dewasa terdiri dari 3 bagian , kepala (head), dada (thorax) dan perut (abdomen). Kepala adalah bagian dari serangga yang berisi otak, 2 mata kompon, probosis dan faring (tenggorokan, dimana merupakan awal dari sistem pencernaaan), dan 2 antena yang terpasang di kepala. Antena adalah alat sensor yang terdapat di kepala serangga dewasa. Antena ini digunakan untuk mencium dan keseimbangan. Kupu-kupu mempunyai 2 antena dengan ujung yang sedikit membulat yang disebut sebagai antennal club. Mata kompon mata kompon kupu-kupu terdiri dari banyak lensa hexagonal seperti halnya pada mata kompon serangga lainnya. Kupu-kupu hanya dapat melihat warna merah, hijau dan kuning saja. Probosis (Proboscis) kupu-kupu dewasa menghisap nektar bunga dan cairan lainnya dengan menggunakan probosis atau mulut penghisap yang seperti sedotan spiral. Ketika tidak digunakan, probosis ini akan digulung melingkar seperti selang air.
Palp labial membantu kupu-kupu untuk menentukan apakah sesuatu itu merupakan makanan atau bukan. Dada (Thorax) dada adalah bagian diantara kepala (head) dan perut (abdomen) dimana kaki dan sayap terpasang. Sayap depan adalah sepasang sayap yang berada paling atas. Sayap belakang hind wing adalah sepasang sayap yang berada paling bawah. Kaki (Legs) kupu-kupu mempunyai sepasang kaki pendek yang berada di depan, dan 2 pasang kaki yang lebih panjang di belakangnya. Kaki, terutama sepasang yang ditengah, dilengkapi dengan sensor penciuman yang membuat kupu-kupu dapat "merasakan" kandungan kimia pada tempatnya hinggap. Perut (Abdomen) perut merupakan bagian ekor serangga yang mempunyai segmentasi yang memiliki organ vital seperti jantung, tubulus atau pembuluh Malphigi untuk alat ekresi (pembuangan sisa metabolisme dan benda tidak berguna lainnya), organ reproduksi dan sebagian besar sistem pencernaan.
Kumbang penggali merupakan anggota famili Silphidae membantu menjaga permukaan bumi tetap bersih dengan mengubur hewan-hewan kecil yang mati. Ketika sepasang kumbang ini menemukan seekor tikus atau ular kecil yang mati betinanya menyimpan telur-telurnya dalam bangkai itu. Kemudian kumbang akan menguburkan bangkai itu 7-10 cm dalam tanah. Ketika larvanya menetas, maka bangkai itu akan dimakan.
Terdapat berbagai jenis kumbang pengubur, salah satu terbesar dan menarik perhatian adalah Nicrophus americanus yang panjangnya mencapai 2-4 cm. Tubuhnya berbentuk lonjong, berwarna hitam berkilau, mempunyai dua bintik kemerah-merahan yang besar pada setiap elytranya. Protoraksnya berbentuk setengah bulat dan berwarna merah; kepalanya hampir sebesar protoraksnya.
IV. PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Pengendaian hayati merupakan bagian dari pengendalian yang alami karena memanfaatkan faktor pengendali yang sudah ada di alam.
2. Parasitoid adalah serangga yang hidup sebagai parasit di dalam atau pada tubuh serangga lain ( serangga inang ), dan membunuhnya secara pelan-pelan.
3. Parasitoid sering juga disebut parasit. Kebanyakan serangga parasitoid hanya menyerang jenis atau hama secara spesifik.
4. Serangga parasitoid dewasa menyalurkan suatu cairan atau bertelur pada suatu hama sebagai inangnya. Ketika telur parasitoid menetas, larva akan memakan inang dan membunuhnya. Setelah itu keluar meninggalkan inang untuk menjadi kepompong lalu menjadi serangga lagi
5. Predator atau pemangsa didefinisikan sebagai makhluk hidup yang memakan makhluk hidup lainnya.
6. Predator ada yang bersifat monofag, oligofag, dan polyfag.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar