LAPORAN TETAP PRAKTIKUM
DASAR-DASAR AGRONOMI
Oleh:
KHAYATU KHOIRI
05121407020

PROGRAM STUDI
AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PALEMBANG
2013
I.PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Gulma adalah tumbuhan yang
kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang
bisa dicapai oleh tanaman produksi. Kehadiran gulmasebagai organisme pengganggu
tanaman (OPT) pada lahan pertanian dapat mengakibatkan terjadinya kompetisi
atau persaingan dengan tanaman pokok. Batasan gulma bersifat teknis dan
plastis. Teknis, karena berkait dengan proses produksi suatu
tanaman pertanian. Keberadaan gulma menurunkan hasil karena mengganggu
pertumbuhan tanaman produksi melalui kompetisi. Plastis, karena
batasan ini tidak mengikat suatu spesies tumbuhan.
Pada tingkat tertentu, tanaman berguna dapat menjadi gulma. Sebaliknya,
tumbuhan yang biasanya dianggap gulma dapat pula dianggap tidak mengganggu.
Contoh, kedelaiyang
tumbuh di sela-sela pertanaman monokultur jagung dapat
dianggap sebagai gulma, namun pada sistemtumpang sari keduanya
merupakan tanaman utama. Meskipun demikian, beberapa jenis tumbuhan dikenal
sebagai gulma utama, seperti teki dan alang-alang.
Spesies-spesies gulma dari
marga Cyperaceae yang memiliki penampang batang segitiga,
daunnya berbentuk garis (linearis). Kelompok ini memiliki daya tahan luar
biasa terhadap pengendalian mekanik karena memiliki umbi batang di dalam
tanah yang mampu bertahan berbulan-bulan. Selain itu, gulma ini menjalankan
jalurfotosintesis C4 yang menjadikannya
sangat efisien dalam 'menguasai' areal pertanian secara cepat. Ciri-cirinya
adalah penampang lintang batang berbentuk segi tiga membulat, dan tidak
berongga, memiliki daun yang berurutan sepanjang batang dalam tiga baris, tidak
memiliki lidah daun, dan titik
tumbuh tersembunyi. Kelompok ini mencakup semua anggota Cyperaceae (suku
teki-tekian) yang menjadi gulma. Contoh: teki ladang (Cyperus
rotundus), udelan (Cyperus kyllinga),
dan Scirpus moritimus.
Berbagai macam gulma dari
anggota Dicotyledoneae termasuk dalam kelompok
ini. Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budidaya. Kompetisi terhadap
tanaman utama berupa kompetisi cahaya. Daun dibentuk pada meristem pucuk
dan sangat sensitif terhadap kemikalia. Terdapat stomata pada daun terutama pada
permukaan bawah, lebih banyak dijumpai. Terdapat tunas-tunas pada nodusa, serta titik tumbuh terletak di
cabang. Contoh gulma ini ceplukan (Physalis angulata L.), wedusan (Ageratum
conyzoides L.), sembung rambut(Mikania
michranta), dan putri malu (Mimosa pudica)
1.
Tujuan
Tujuan dari praktikum pengenalan
gulma adalah untuk mengenal jenis-jenis gulma serta dapat mengklasifikasikan
gulam serta mengetahui bagaimana cara pengendalikan yang harus dilakukan dengan
tepat.
II.TINJAUAN PUSTAKA
Gulma
adalah tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak dikehendaki, tumbuh pada
areal pertanaman. Gulma secara langsung maupun tidak langsung merugikan tanaman
budidaya. Pengenalan suatu jenis gulma dapat dilakukan dengan melihat keadaan
morfologinya, habitatnya, dan bentuk pertumbuhanya. Berdasarkan keadaan
morfologinya, dikenal gulma rerumputan (grasses), teki-tekian (sedges), dan
berdaun lebar (board leaf).
a. Sifat-sifat gulma
Gulma
mudah tumbuh pada setiap tempat atau daerah yang berbeda-beda, mulai dari
tempat yang miskin nutrisi sampai tempat yang kaya nutrisi, dapat bertahan
hidup pada daerah kering, lembab bahkan tergenang, mampu beregenerasi atau
memperbanyak diri besar sekali, dapat berkembang biak dengan cepat, mempunyai
zat berbentuk senyawa kimia seperti cairan berupa toksin (racun) yang dapat
mengganggu atau menghambat pertumbuhan tanaman pokok, bagian-bagian tumbuhan
gulma yang lain dapat tumbuh menjadi individu gulma yang baru, seperti akar,
batang, umbi dan lain sebagainya, sehingga memungkinkan gulma unggul dalam
persaingan (berkompetisi) dengan tanaman budidaya, dapat dibedakan menjadi
beberapa golongan atau kelompok berdasarkan bentuk daun, daerah tempat hidup
(habitat), daur atau siklus hidup, sifat botani dan morfologi,serta cara
perkembangbiakan (Anonim, 2009).
b. Gulma teki-tekian
Gulma
golongan teki termasuk dalam familia Cyperaceae. Ciri khas dari kelompok teki
ini adalah Batang umumnya berbentuk segitiga, kadang-kadang juga bulat dan
biasanya tidak berongga. Buahnya tidak membuka, daun tersusun dalam tiga
deretan, tidak memiliki lidah-lidah daun (ligula), ibu tangkai karangan bunga
tidak berbuku-buku, Bunga sering dalam bulir (spica) atau anak bulir, biasanya
dilindungi oleh suatu daun pelindung. dan pada sebagian besar sistim
perakarannya terdiri dari akar rimpang (rhizome) dan
umbi (tuber). Contoh dari goongan gulma teki-tekian adalah Cyperus rotundus,
Fimbristylis littoralis, Scripus juncoides dll (Anonim, 2009).
c. Gulma berdaun lebar
Gulma
berdaun lebar umumnya termasuk Dicotyledoneae dan Pteridophyta. Gulma ini
biasanya tumbuh pada akhir masa budidaya. Kompetisi terhadap tanaman utama
berupa kompetisi cahaya. Daun dibentuk pada meristem pucuk dan sangat sensitif
terhadap kemikalia. Terdapat stomata pada daun terutama pada permukaan bawah,
lebih banyak dijumpai. Terdapat tunas-tunas pada nodusa, serta titik tumbuh
terletak di cabang. Daun lebar dengan tulang daun berbentuk jala, pertulangan
daun umunya menyirip. Contohnya Monocharia vaginalis, Limnocharis flava,
Eichornia crassipes, Amaranthus spinosus, Portulaca olerace, Lindernia sp
(Anonim, 2009).
d. Perkembangbiakan gulma
Gulma
mampu berkembangbiak secara generatif maupun vegetatif. Perkembangbiakan gulma
secara generatif dapat melalui biji, dimana biji-biji gulma dapat tersebar jauh
karena ukurannya kecil sehingga dapat terbawa angin, air, hewan ataupun
bulu-bulu (rambut halus) yang menempel pada biji, seperti pada biji Emilia
sonchifolia, Vernonia sp, dan dapat melalui spora, dimana spora ini bila telah
matang dapat diterbangkan oleh angin. Contoh gulma ini kebanyakan dari keluarga
paku-pakuan seperti Nephrolepsis bisserata, Lygopodiu sp. Sedangkan secara
vegetatif, gulma dapat berkembangbiak dengan melalui rhizoma (akar rimpang),
yang merupakan batang beserta bagian-bagiannya yang manjalar di dalam tanah
yang kemudian membentuk individu baru, melalui tuber (umbi) yang merupakan
pembengkakan dari batang ataupun akar yang digunakan sebagai tempat penyimpanan
atau penimbun cadangan makanan, melalui stolon yang merupakan bagian batang menyerupai
akar yang menjalar di atas permukaan tanah, melalui bulbus (umbi lapis) yang
merupakan tempat menyimpan makanan cadangan tetapi bentuknya
berlapis-lapis,daun yang merupakan tempat muncul tunas menjadi individu baru,
dan melalui runner (Sulur) yang merupakan stolon yang keluar dari ketiak daun
dimana internodianya (ruas) sangat panjang dan dapat membentuk tunas pada
bagian ujung (Anonim, 2009).
e. Pengendalian
Pengendalian
gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara. Secara preventif, misalnya dengan
pembersihan bibit-bibit pertanaman dari kontaminasi biji-biji gulma, pencegahan
pemakaian pupuk kandang yang belum matang, pencegahan pengangkutan jarak jauh
jerami dan rumput-rumputan makanan ternak, pemberantasan gulma di sisi-sisi
sungai dan saluran-saluran pengairan, pembersihan ternak yang akan diangkut,
pencegahan pengangkutan tanaman berikut tanahnya dan sebagainya. Secara fisik,
misal dengan pengolahan tanah, pembabatan, penggenangan, pembakaran dan
pemakaian mulsa. Dengan sistem budidaya, misal dengan pergiliran tanaman,
budidaya pertanaman dan penaungan dengan tumbuhan penutup (cover crops). Secara
biologis, yaitu dengan menggunakan organisme lain seperti insekta, fungi,
ternak, ikan dan sebagainya.
Secara kimiawi, yaitu dengan menggunakan herbisida
atau senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan
pertumbuhan gulma baik secara selektif maupun non selektif, kontak atau
sistemik, digunakan saat pratanam, pratumbuh atau pasca tumbuh. Secara terpadu,
yaitu dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk
mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya (Anonim,2009).
III.PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A. Tempat
dan Waktu
Praktikum
Pengenalan Alat dan Mesin Pertanian ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 4 April 2013 di ruang RKC 1106 Fakultas Pertanian Universitas
Sriwijaya.
B.
Alat
dan Bahan
Alat yang digunakan pada saat praktikum pengenalan dan
pengendalian gulma adalah : 1. Pensil 2. Spidol warna 3. Pena 4. penghapus
Sedangkan
bahan yang digunakan dalam praktikum pengenalan dan pengendalian gulma adalah :1.
Contoh tumbuhan gulma-gulma 2. Modul penuntun
praktikum dasar-dasar agronomi.
C.
Cara kerja
Adapun cara kerja praktikum ini adalah :
1)
Amati gulma yang ada disekitar fakultas pertanian atau di lahan percobaan
fakultas pertanian.
2)
Catat nama gulma, siklus hidup tanaman, morfologi, habitat, serta
diskripsi lainya.
3)
Gambar tumbuhan/gulma tersebut.
IV.HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Tabel pengamatan :
1.
Jekeng
Foto tanaman |
|
Nama Lokal
|
Teki
Jekeng
|
Nama Latin
|
Cyperus
Iria
|
Klasifikasi
tanaman
|
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Sub-class : Commelinidae
Ordo : Cyperales
Famili : Cyperaceae
Genus : Cyperus
Spesies : Cyperus Iria.
|
Deskripsi
Tanaman
|
Habitat : Tropis
Batang : Berumbai
Daun : Basal
Bunga : Umbel
Buah :Tiga Siku
Akar : Berserat
|
Siklus Hidup
Tanaman
|
Annual /
semusim
|
2. Bandotan
Foto tanaman |
|
Nama Lokal
|
Wedusan ( jawa )
|
Nama Latin
|
Ageratum
Conyzoides L.
|
Klasifikasi
tanaman
|
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta Sub-divisio : Spermatophyta
Class : Magnoliopsida
Sub-class : Asterideae
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Ageratum
Spesies : Ageratum Conyzoides L.
|
Deskripsi
Tanaman
|
Habitat : Tropis
Batang : bulat panjang
Daun : bertangkai
Bunga : majemuk
Buah :
Akar : Serabut
|
Siklus Hidup
Tanaman
|
Annual /
semusim
|
3. Bobontengan
Foto tanaman |
|
Nama Lokal
|
Bobontengan
|
Nama Latin
|
Leptochloa
Chinensis
|
Klasifikasi
tanaman
|
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : liliopsida
Sub-class : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Bromoliaceae
Genus : Leptochloa
Spesies : Leptochloa Chinensis
|
Deskripsi
Tanaman
|
Habitat : lembab
Batang : panjang
Daun : Bentuk pedang
Bunga : malai terbuka
Buah : bulir
Akar : serabut
|
Bagian yang
dimanfaatkan
|
Daun : iya
Bunga :
Buah :
Batang :
Akar/umbi :
|
Siklus Hidup
Tanaman
|
Annual/semusim
|
4. Rumput Bebek
Foto tanaman |
|
Nama Lokal
|
Suket Tuton
|
Nama Latin
|
Echinochloa
Colona L.
|
Klasifikasi tanaman
|
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Echinochloa
Spesies : Echinochloa Colona L.
|
Deskripsi
Tanaman
|
Habitat : Tropis
Batang : Panjang
Daun : Bentuk Pedang
Bunga : Hijau
Buah :
Akar : Serabut
|
Siklus Hidup
Tanaman
|
Annual /
semusim
|
5.
Tempuyung
Tempuyung
Foto tanaman
|
|
Nama Lokal
|
Tempuyung
|
Nama Latin
|
Sonchus
Arvenis L.
|
Klasifikasi
tanaman
|
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Sub-class : Asteridaea
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Sonchus
Spesies : Sonchus Arvenis L.
|
Deskripsi
Tanaman
|
Habitat : Tropis
Batang : panjang
Daun : Daun tunggal
Bunga : majemuk
Buah : kotak
Akar : tunggang
|
Siklus Hidup
Tanaman
|
Biannual / Dua
musim
|
6.
Daun
Sendok
Daun
Sendok
Foto tanaman
|
|
Nama Lokal
|
Ki Urat
|
Nama Latin
|
Plantago
Major L.
|
Klasifikasi
tanaman
|
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta Class : Magnoliopsida
Sub-class : Asterideae
Ordo : Plantaginales
Famili : Plantagineceae
Genus : Plantago
Spesies :
Plantago Major L.
|
Deskripsi
Tanaman
|
Habitat : Dataran rendah
Batang : 15-20cm
Daun : Tungal
Bunga : Lonjong
Buah : Lonjong
Akar : Serabut
|
Bagian yang
dimanfaatkan
|
Daun :
Bunga :
Buah :
Batang :
Akar/umbi : Iya
|
Siklus Hidup
Tanaman
|
Biannual /
duamusim
|
7. Putri Malu
Foto tanaman |
|
Nama Lokal
|
Si Kejut
|
Nama Latin
|
Mimosa
Pudica Duchas
|
Klasifikasi
tanaman
|
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fobaceae
Genus : Mimosa
Spesies : Mimosa Pudica Duchas
|
Deskripsi
Tanaman
|
Habitat : Tropis
Batang : Bulat
Daun : Majemuk
Bunga : Bulat
Buah : Polong
Akar : Pena
|
Siklus Hidup
Tanaman
|
Biannual/dua
musim
|
8.
Teki
Teki
Foto tanaman
|
|
Nama Lokal
|
Teki
|
Nama Latin
|
Cyperus
Rotunaus L.
|
Klasifikasi
tanaman
|
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta Class : Liliopsida
Sub-class : Commelindae
Ordo : Cyperales
Famili : Cyperaceae
Genus : Cyperus
Spesies : Cyperus Rotunaus L.
|
Deskripsi
Tanaman
|
Habitat : Tropis
Batang : Tinggi
Daun : Pita
Bunga : Hijau kecoklatan
Buah : Kerucut
Akar : Serabut
|
Siklus Hidup
Tanaman
|
Perenial /
tahunan
|
9.
Tahi
Ayam
Foto tanaman |
|
Nama Lokal
|
Tembelekan
|
Nama Latin
|
Lantana
Camara L.
|
Klasifikasi
tanaman
|
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta Sub-divisio : Spermatophyta
Class : Magnoliopsida
Sub-class : Asteridae
Ordo : Lamiales
Famili : Verbeneceae
Genus : Lantana
Spesies : Lantana Camara L.
|
Deskripsi
Tanaman
|
Habitat : Tropis
Batang : berbulu
Daun : Kasar
Bunga : Putih
Buah : Hitam
Akar : Serabut
|
Bagian yang
dimanfaatkan
|
Daun : Iya
Bunga : Iya
Biji :
|
Siklus Hidup
Tanaman
|
Perenial /
tahunan
|
10. Ilalang
Foto tanaman |
|
Nama Lokal
|
Alang-alang
|
Nama Latin
|
Imperata
Cylindria
|
Klasifikasi
tanaman
|
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Imperata
Spesies : Imperata Cylindria
|
Deskripsi
Tanaman
|
Habitat : Tropis
Batang : Panjang
Daun : Pedang
Bunga : Putih
Buah :
Akar : Tunggang
|
Bagian yang
dimanfaatkan
|
Daun :
Bunga :
Buah :
Batang :
Akar/umbi :Iya
|
Siklus Hidup
Tanaman
|
Perenial /
tahunan
|
B. Pembahasan
Pengendalian
gulma dapat dilakukan dengan cara yaitu: secara kimiawi adalah pengendalian
gulma dengan menggunakan herbisida. Yang dimaksud dengan herbisida adalah
senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan
gulma, baik secara selektif maupun non selektif. Macam herbisida yang dipilih
bisa kontak maupun sistemik, dan penggunaannya bisa pada saat pratanam,
pratumbuh atau pasca tumbuh. Keuntungan pengendalian gulma secara kimiawi
adalah cepat dan efektif, terutama untuk areal yang luas. Selain itu manfaat
pengendalian ini memungkinkan pembasmian hingga mencapai daerah perakaran.
Keadaan ini akan mematikan gulma. Perkecambahan individu baru gulma akan muncul
relatif lebih lama setelah beberapa bulan pengendalian dibandingkan cara
pengendalian lainnya. Gulma yang terkena racun herbida akan mati, dengan
demikian individu produktif akan berkurang, bahkan akan habis jika pengendalian
dilakukan dengan cermat dan akurat. Beberapa segi negatifnya ialah bahaya
keracunan tanaman, mempunyai efek residu terhadap alam sekitar, selain itu
penggunaan khemikalia yang kurang tepat juga akan berdampak terhadap
peningkatan daya tahan individu gulma.. Sehubungan dengan sifatnya ini maka
pengendalian gulma secara kimiawi ini harus merupakan pilihan terakhir apabila
cara-cara pengendalian gulma lainnya tidak berhasil. Untuk berhasilnya cara ini
memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang cukup. Pengendalian khemikalia sangat
efektif untuk tujuan mematikan induk penghasil benih, dan juga
seedling-seedling muda.
Praktikum
tentang pengendalian gulma yang telah dilaksanakan adalah pengendalian cara
kimiawi dengan herbisida yaitu dengan penyemprotan. Tentang arah penggunaan
herbisida dengan alat penyemprotan dapat diberikan secara :
-
langsung pada gulmanya
-
langsung pada gulma yang tumbuh terpencar
-
langsung pada gulma dalam larikan
-
diberikan di atas tanaman
-
diberikan pada keseluruhan tanaman dan gulma
ada beberapa cara untuk menentukan
jumlah 1 semprotan per ha. Metode penyemprotan yang dirasa agak tepat adalah
penyemprotan yang telah diketahui ukurannya. Diawali dengan tangki penuh dan
pengukuran 1 yang diperlukan untuk mengisi kembali tangki setelah penyemprotan
sebuah ukuran luas yang diketahui, 1 per ha dapat dengan cepat dihitung. Ukuran
dari luasan yang disemprot membutuhkan luasan yang cukup untuk memberikan
pengukuran yang tepat dari semprotan yang dipergunakan. Perlu diperhatikan
bahwa kecepatan dan tekanan tidak boleh terlalu berbeda dengan penyemprotan
lapang yang sesungguhnya. Penyemprotan
membutuhkan alat penyemprot dan larutan herbisida yang disemprotkan. Larutan
herbisida dapat pula ditentukan. Penentuannya dengan menghitung. Untuk
keperluan ini ditentukan beberapa pengertian tentang bahan aktif, ekuivalen
asam, ppm dan % kadar. Sebelum penyemprotan, tindakan yang penting untuk
diingat adalah menjaga agar penyemprotan secara myeluruh harus bersih.
Jelasnya, tangki harus bersih dari bekas penggunaan sebelumnya. Larutan harus
homogen, kaliberasi seyogyanya dilaksanakan beberapa kali. Gulma merupakan
salah satu faktor pembatas produksi tanaman padi. Gulma menyerap hara dan air
lebih cepat dibanding tanaman pokok (Gupta 1984). Pada tanaman padi, biaya
pengendalian gulma mencapai 50% dari biaya total produksi (IRRI 1992).
Komunitas gulma dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan kultur
teknis. Spesies gulma yang tumbuh bergantung pada pengairan, pemupukan, pengolahan
tanah, dan cara pengendalian gulma. Gulma berinteraksi dengan tanaman melalui
persaingan untuk mendapatkan satu atau lebih faktor tumbuh yang terbatas,
seperti cahaya, hara, dan air. Tingkat persaingan bergantung pada curah hujan,
varietas, kondisi tanah, kerapatan gulma, lamanya tanaman, pertumbuhan gulma,
serta umur tanaman saat gulma mulai bersaing.
Di
tingkat petani, kehilangan hasil padi karena persaingan dengan gulma mencapai
10-15%. Karena terbatasnya tenaga kerja untuk menyiang, dalam mengendalikan
gulma petani mulai beralih dari penyiangan secara manual ke pemakaian herbisida.
Selain itu, penggunaan herbisida lebih ekonomis dan efektif mengendalikan gulma
dibanding cara lain, terutama pada hamparan yang luas. (Caseley 1994; Moody
1994; Heong dan Escalada 1995). Pengendalian gulma dimaksudkan untuk menekan
atau mengurangi populasi gulma sehingga penurunan hasil secara ekonomis menjadi
tidak berarti
V.KESIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari percobaan tersebut adalah :
-
Bila pengendalian gulma dilakukan
dengan menggunakan herbisida, maka dipilih gulma yang mendominasi lahan
tersebut untuk segera di kendalikan
-
Manfaat dari analisis vegetasi ini
adalah untuk mengetahui gulma - gulma yang memiliki kemampuan tinggi dalam
penguasaan sarana tumbuh dan ruang hidup
-
Berdasarkan
umurnya gulma dapat dibedakan menjadi gulma semusim,dwimusim dan tahunan
-
Metode yang umum dipakai untuk
analisis vegetasi adalah metode kuadran, karena tidak membutuhkan plot dengan
ukuran tertentu, area cuplikan hanya berupa titik. Metode ini cocok digunakan
pada individu yang hidup tersebar.
Saran
1.
Saran
untuk para praktikum ini ialah supaya lebih tertib dalam mengikuti praktikum,
karena ini adalah salah satu supaya kita bisa mengenal tentang gulma yang lebih
baik.
2.
Pada
praktikum ini yang mengisi adalah para kakak asisten oleh karenanya kita
hendaknya lebih menghormatinya karna itu juga para asisten yang telah
membimbing kita untuk belajar tentang pengenalan gulma, dan sebagainya.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonym,2009,BAB 10 Gulma Tanaman Hortikultura dan Strategi
Pengendaliannya
Anonym 2010, jenis-jenis gulma dan cara mengatasinya
Caseley, J.C. 1994. Herbicide. p.
83-123. In R. Labrada, J.C. Caseley, and C. Parker
(Eds.). Weed Management for
Developing Countries. FAO Plant
Production and Protection. Paper No.
120. FAO, Rome.
Gupta, O.P. 1984. Scientific Management.
Today and Tomorrows. Printers and Pub.
New Delhi, India. p. 102.
IRRI. 1992. Gogorancah: a Farmer’s Dry
Seeded Rice Practice in Indonesia. Survey Report, Collaborated CRIFC-IRRI, Bogor and Los
Banos.
Syawal,
Y. 2011. Interaksi Tanaman dengan Gulma (Dasar-Dasar Pengendalian Gulma).
Penerbit Unsri. Palembang.







good
BalasHapus