Sabtu, 20 April 2013

laporan dasgron

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM
DASAR-DASAR AGRONOMI

PENGENALAN DAN PENGENDALIAN GULMA


Oleh:
KHAYATU KHOIRI
05121407020





Logo UNSRI BW


PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PALEMBANG
2013

I.PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
            Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi. Kehadiran gulmasebagai organisme pengganggu tanaman (OPT) pada lahan pertanian dapat mengakibatkan terjadinya kompetisi atau persaingan dengan tanaman pokok. Batasan gulma bersifat teknis dan plastis. Teknis, karena berkait dengan proses produksi suatu tanaman pertanian. Keberadaan gulma menurunkan hasil karena mengganggu pertumbuhan tanaman produksi melalui kompetisi. Plastis, karena batasan ini tidak mengikat suatu spesies tumbuhan. Pada tingkat tertentu, tanaman berguna dapat menjadi gulma. Sebaliknya, tumbuhan yang biasanya dianggap gulma dapat pula dianggap tidak mengganggu. Contoh, kedelaiyang tumbuh di sela-sela pertanaman monokultur jagung dapat dianggap sebagai gulma, namun pada sistemtumpang sari keduanya merupakan tanaman utama. Meskipun demikian, beberapa jenis tumbuhan dikenal sebagai gulma utama, seperti teki dan alang-alang.
            Spesies-spesies gulma dari marga Cyperaceae yang memiliki penampang batang segitiga, daunnya berbentuk garis (linearis). Kelompok ini memiliki daya tahan luar biasa terhadap pengendalian mekanik karena memiliki umbi batang di dalam tanah yang mampu bertahan berbulan-bulan. Selain itu, gulma ini menjalankan jalurfotosintesis C4 yang menjadikannya sangat efisien dalam 'menguasai' areal pertanian secara cepat. Ciri-cirinya adalah penampang lintang batang berbentuk segi tiga membulat, dan tidak berongga, memiliki daun yang berurutan sepanjang batang dalam tiga baris, tidak memiliki lidah daun, dan titik tumbuh tersembunyi. Kelompok ini mencakup semua anggota Cyperaceae (suku teki-tekian) yang menjadi gulma. Contoh: teki ladang (Cyperus rotundus), udelan (Cyperus kyllinga), dan Scirpus moritimus.
            Berbagai macam gulma dari anggota Dicotyledoneae termasuk dalam kelompok ini. Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budidaya. Kompetisi terhadap tanaman utama berupa kompetisi cahaya. Daun dibentuk pada meristem pucuk dan sangat sensitif terhadap kemikalia. Terdapat stomata pada daun terutama pada permukaan bawah, lebih banyak dijumpai. Terdapat tunas-tunas pada nodusa, serta titik tumbuh terletak di cabang. Contoh gulma ini ceplukan (Physalis angulata L.), wedusan (Ageratum conyzoides L.), sembung rambut(Mikania michranta), dan putri malu (Mimosa pudica)
1.        Tujuan
            Tujuan dari praktikum pengenalan gulma adalah untuk mengenal jenis-jenis gulma serta dapat mengklasifikasikan gulam serta mengetahui bagaimana cara pengendalikan yang harus dilakukan dengan tepat.                    










II.TINJAUAN PUSTAKA
            Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak dikehendaki, tumbuh pada areal pertanaman. Gulma secara langsung maupun tidak langsung merugikan tanaman budidaya. Pengenalan suatu jenis gulma dapat dilakukan dengan melihat keadaan morfologinya, habitatnya, dan bentuk pertumbuhanya. Berdasarkan keadaan morfologinya, dikenal gulma rerumputan (grasses), teki-tekian (sedges), dan berdaun lebar (board leaf).
a. Sifat-sifat gulma
            Gulma mudah tumbuh pada setiap tempat atau daerah yang berbeda-beda, mulai dari tempat yang miskin nutrisi sampai tempat yang kaya nutrisi, dapat bertahan hidup pada daerah kering, lembab bahkan tergenang, mampu beregenerasi atau memperbanyak diri besar sekali, dapat berkembang biak dengan cepat, mempunyai zat berbentuk senyawa kimia seperti cairan berupa toksin (racun) yang dapat mengganggu atau menghambat pertumbuhan tanaman pokok, bagian-bagian tumbuhan gulma yang lain dapat tumbuh menjadi individu gulma yang baru, seperti akar, batang, umbi dan lain sebagainya, sehingga memungkinkan gulma unggul dalam persaingan (berkompetisi) dengan tanaman budidaya, dapat dibedakan menjadi beberapa golongan atau kelompok berdasarkan bentuk daun, daerah tempat hidup (habitat), daur atau siklus hidup, sifat botani dan morfologi,serta cara perkembangbiakan (Anonim, 2009). 
b. Gulma teki-tekian
            Gulma golongan teki termasuk dalam familia Cyperaceae. Ciri khas dari kelompok teki ini adalah Batang umumnya berbentuk segitiga, kadang-kadang juga bulat dan biasanya tidak berongga. Buahnya tidak membuka, daun tersusun dalam tiga deretan, tidak memiliki lidah-lidah daun (ligula), ibu tangkai karangan bunga tidak berbuku-buku, Bunga sering dalam bulir (spica) atau anak bulir, biasanya dilindungi oleh suatu daun pelindung. dan pada sebagian besar sistim 
perakarannya terdiri dari akar rimpang (rhizome) dan umbi (tuber). Contoh dari goongan gulma teki-tekian adalah Cyperus rotundus, Fimbristylis littoralis, Scripus juncoides dll (Anonim, 2009).
c. Gulma berdaun lebar
            Gulma berdaun lebar umumnya termasuk Dicotyledoneae dan Pteridophyta. Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budidaya. Kompetisi terhadap tanaman utama berupa kompetisi cahaya. Daun dibentuk pada meristem pucuk dan sangat sensitif terhadap kemikalia. Terdapat stomata pada daun terutama pada permukaan bawah, lebih banyak dijumpai. Terdapat tunas-tunas pada nodusa, serta titik tumbuh terletak di cabang. Daun lebar dengan tulang daun berbentuk jala, pertulangan daun umunya menyirip. Contohnya Monocharia vaginalis, Limnocharis flava, Eichornia crassipes, Amaranthus spinosus, Portulaca olerace, Lindernia sp (Anonim, 2009).
d. Perkembangbiakan gulma
            Gulma mampu berkembangbiak secara generatif maupun vegetatif. Perkembangbiakan gulma secara generatif dapat melalui biji, dimana biji-biji gulma dapat tersebar jauh karena ukurannya kecil sehingga dapat terbawa angin, air, hewan ataupun bulu-bulu (rambut halus) yang menempel pada biji, seperti pada biji Emilia sonchifolia, Vernonia sp, dan dapat melalui spora, dimana spora ini bila telah matang dapat diterbangkan oleh angin. Contoh gulma ini kebanyakan dari keluarga paku-pakuan seperti Nephrolepsis bisserata, Lygopodiu sp. Sedangkan secara vegetatif, gulma dapat berkembangbiak dengan melalui rhizoma (akar rimpang), yang merupakan batang beserta bagian-bagiannya yang manjalar di dalam tanah yang kemudian membentuk individu baru, melalui tuber (umbi) yang merupakan pembengkakan dari batang ataupun akar yang digunakan sebagai tempat penyimpanan atau penimbun cadangan makanan, melalui stolon yang merupakan bagian batang menyerupai akar yang menjalar di atas permukaan tanah, melalui bulbus (umbi lapis) yang merupakan tempat menyimpan makanan cadangan tetapi bentuknya berlapis-lapis,daun yang merupakan tempat muncul tunas menjadi individu baru, dan melalui runner (Sulur) yang merupakan stolon yang keluar dari ketiak daun dimana internodianya (ruas) sangat panjang dan dapat membentuk tunas pada bagian ujung (Anonim, 2009).
e. Pengendalian 
            Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara. Secara preventif, misalnya dengan pembersihan bibit-bibit pertanaman dari kontaminasi biji-biji gulma, pencegahan pemakaian pupuk kandang yang belum matang, pencegahan pengangkutan jarak jauh jerami dan rumput-rumputan makanan ternak, pemberantasan gulma di sisi-sisi sungai dan saluran-saluran pengairan, pembersihan ternak yang akan diangkut, pencegahan pengangkutan tanaman berikut tanahnya dan sebagainya. Secara fisik, misal dengan pengolahan tanah, pembabatan, penggenangan, pembakaran dan pemakaian mulsa. Dengan sistem budidaya, misal dengan pergiliran tanaman, budidaya pertanaman dan penaungan dengan tumbuhan penutup (cover crops). Secara biologis, yaitu dengan menggunakan organisme lain seperti insekta, fungi, ternak, ikan dan sebagainya.
Secara kimiawi, yaitu dengan menggunakan herbisida atau senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma baik secara selektif maupun non selektif, kontak atau sistemik, digunakan saat pratanam, pratumbuh atau pasca tumbuh. Secara terpadu, yaitu dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya (Anonim,2009).














III.PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A.   Tempat dan Waktu
Praktikum Pengenalan Alat dan Mesin Pertanian ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 4 April 2013 di ruang RKC 1106 Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

B.     Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada saat praktikum pengenalan dan pengendalian gulma adalah : 1. Pensil 2. Spidol warna 3. Pena 4. penghapus
Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum pengenalan dan pengendalian gulma adalah :1. Contoh tumbuhan gulma-gulma 2. Modul penuntun praktikum dasar-dasar agronomi.

C. Cara kerja
            Adapun cara kerja praktikum ini adalah :
1)      Amati gulma yang ada disekitar fakultas pertanian atau di lahan percobaan fakultas pertanian.
2)      Catat nama gulma, siklus hidup tanaman, morfologi, habitat, serta diskripsi lainya.
3)      Gambar tumbuhan/gulma tersebut.

IV.HASIL DAN PEMBAHASAN
A.            Hasil
Tabel pengamatan :
1.    Jekeng
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ_MyH3p4rtpKAyXaWXWfGf0ElxY1iV4_MQpPCmyJton0pdxQcVFoto tanaman


Nama Lokal
Teki Jekeng                      
Nama Latin
Cyperus Iria
Klasifikasi tanaman
Kingdom      : Plantae
Divisio         : Magnoliophyta
Class            : Liliopsida
Sub-class     : Commelinidae
Ordo             : Cyperales
Famili          : Cyperaceae
Genus          : Cyperus
Spesies         : Cyperus Iria.
Deskripsi Tanaman




Habitat      : Tropis
Batang       : Berumbai
Daun         : Basal
Bunga        : Umbel
Buah          :Tiga Siku
Akar          : Berserat
Siklus Hidup Tanaman
Annual / semusim

2.    Bandotan
http://ilmuserangga.files.wordpress.com/2011/09/800px-chromolaena_odorata_by_ashasathees-1.jpgFoto tanaman

Nama Lokal
Wedusan  ( jawa )
Nama Latin
Ageratum Conyzoides L.
Klasifikasi tanaman
Kingdom      : Plantae
Divisio         : Magnoliophyta
Sub-divisio  : Spermatophyta
Class            : Magnoliopsida
Sub-class     : Asterideae
Ordo             : Asterales
Famili          : Asteraceae
Genus          : Ageratum
Spesies         : Ageratum Conyzoides L.
Deskripsi Tanaman
Habitat      : Tropis
Batang       : bulat panjang
Daun         : bertangkai
Bunga        : majemuk
Buah          :
Akar          : Serabut
Siklus Hidup Tanaman
Annual / semusim

3.      Bobontengan
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQGLRWuLNNPEWjTYiRpRAuhjfJyMKP9S0HYb7-Qlg9ffsL3REkwcwFoto tanaman


Nama Lokal
Bobontengan
Nama Latin
Leptochloa Chinensis
Klasifikasi tanaman
Kingdom      : Plantae
Divisio         : Magnoliophyta
Class            : liliopsida
Sub-class     : Commelinidae
Ordo             : Poales
Famili          : Bromoliaceae
Genus          : Leptochloa
Spesies         : Leptochloa Chinensis
Deskripsi Tanaman
Habitat      : lembab
Batang       : panjang
Daun         : Bentuk pedang
Bunga        : malai terbuka
Buah          : bulir
Akar          : serabut
Bagian yang dimanfaatkan
Daun           : iya
Bunga         :
Buah           :
Batang        :
Akar/umbi :

Siklus Hidup Tanaman
Annual/semusim

4.      Rumput Bebek
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS6SBFkNJyJGcIf2i1h0BXZHXpLO7qoYoT8gC3EHETZE7hv86OFFoto tanaman




Nama Lokal
Suket Tuton
Nama Latin
Echinochloa Colona L.
Klasifikasi tanaman










Kingdom      : Plantae
Divisio         : Magnoliophyta
Class            : Liliopsida
Ordo             : Poales
Famili          : Poaceae
Genus          : Echinochloa
Spesies         : Echinochloa Colona L.
Deskripsi Tanaman
Habitat      : Tropis
Batang       : Panjang
Daun         : Bentuk Pedang
Bunga        : Hijau
Buah          :
Akar          : Serabut
Siklus Hidup Tanaman
Annual / semusim

5.      http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQOUuL_c4sNacbm-6FLwFBzG9jkXvj8h5zwPXgFhn8xsvDS5iqlTempuyung
Foto tanaman


Nama Lokal
Tempuyung
Nama Latin
Sonchus Arvenis L.
Klasifikasi tanaman
Kingdom      : Plantae
Divisio         : Magnoliophyta
Class            : Magnoliopsida
Sub-class     : Asteridaea
Ordo             : Asterales
Famili          : Asteraceae
Genus          : Sonchus
Spesies         : Sonchus Arvenis L.
Deskripsi Tanaman
Habitat      : Tropis
Batang       : panjang
Daun         : Daun tunggal
Bunga        : majemuk
Buah          : kotak
Akar          : tunggang
Siklus Hidup Tanaman
Biannual / Dua musim

6.      http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRMiNOupkIktLw6nwL3kpg27dEKSRX9K9Jywm920bei3X_EZd3F2wDaun Sendok
Foto tanaman


Nama Lokal
Ki Urat
Nama Latin
Plantago Major L.
Klasifikasi tanaman
Kingdom      : Plantae
Divisio         : Magnoliophyta
Class            : Magnoliopsida
Sub-class     : Asterideae
Ordo             : Plantaginales
Famili          : Plantagineceae
Genus           : Plantago
Spesies         : Plantago Major L.
Deskripsi Tanaman
Habitat      : Dataran rendah
Batang       : 15-20cm
Daun         : Tungal
Bunga        : Lonjong
Buah          : Lonjong
Akar          : Serabut
Bagian yang dimanfaatkan
Daun           :
Bunga         :
Buah           :
Batang        :
Akar/umbi   : Iya

Siklus Hidup Tanaman
Biannual / duamusim

7.      Putri Malu
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQYDTZ6Hs5D7bD2LhpFAL-ZN7VW4DIitefOLlr4Aqb6Xj1vCtV9iAFoto tanaman



Nama Lokal
Si Kejut
Nama Latin
Mimosa Pudica Duchas
Klasifikasi tanaman
Kingdom      : Plantae
Divisio         : Magnoliophyta
Class            : Magnoliopsida
Ordo             : Fabales
Famili          : Fobaceae
Genus          : Mimosa
Spesies         : Mimosa Pudica Duchas
Deskripsi Tanaman
Habitat      : Tropis
Batang       : Bulat
Daun         : Majemuk
Bunga        : Bulat
Buah          : Polong
Akar          : Pena
Siklus Hidup Tanaman
Biannual/dua musim

8.      http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTCxiLM7SrfgXL6M0VujwiKmtp9Mwrg5xYNdCRtnXm3ZjWV8Y9rTATeki
Foto tanaman


Nama Lokal
Teki
Nama Latin
Cyperus Rotunaus L.
Klasifikasi tanaman
Kingdom      : Plantae
Divisio         : Magnoliophyta
Class            : Liliopsida
Sub-class     : Commelindae
Ordo             : Cyperales
Famili          : Cyperaceae
Genus          : Cyperus
Spesies         : Cyperus Rotunaus L.
Deskripsi Tanaman
Habitat      : Tropis
Batang       : Tinggi
Daun         : Pita
Bunga        : Hijau kecoklatan
Buah          : Kerucut
Akar          : Serabut
Siklus Hidup Tanaman
Perenial / tahunan

9.      Tahi Ayam
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR_xXuUMOuzjaWARitRzI_QkHKIBWBZW4E308I1ZDzEtYEMGrkDFoto  tanaman


Nama Lokal
Tembelekan
Nama Latin
Lantana Camara L.
Klasifikasi tanaman
Kingdom      : Plantae
Divisio         : Magnoliophyta
Sub-divisio  : Spermatophyta
Class            : Magnoliopsida
Sub-class     : Asteridae
Ordo             : Lamiales
Famili          : Verbeneceae
Genus          : Lantana
Spesies         : Lantana Camara L.
Deskripsi Tanaman
Habitat      : Tropis
Batang       : berbulu
Daun         : Kasar
Bunga        : Putih
Buah          : Hitam
Akar          : Serabut
Bagian yang dimanfaatkan
Daun           : Iya
Bunga         : Iya
Biji              :

Siklus Hidup Tanaman
Perenial / tahunan


10.  Ilalang
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQfRfI7OmkNs9n7FYwZcXK2PD36Lza7NPsJf6sBA_abDP79gp67Foto tanaman


Nama Lokal
Alang-alang
Nama Latin
Imperata Cylindria
Klasifikasi tanaman
Kingdom      : Plantae
Divisio         : Magnoliophyta
Class            : Liliopsida
Ordo             : Poales
Famili          : Poaceae
Genus          : Imperata
Spesies         : Imperata Cylindria
Deskripsi Tanaman
Habitat      : Tropis
Batang       : Panjang
Daun         : Pedang
Bunga        : Putih
Buah          :
Akar          : Tunggang
Bagian yang dimanfaatkan
Daun           :
Bunga         :
Buah           :
Batang        :
Akar/umbi  :Iya

Siklus Hidup Tanaman
Perenial / tahunan

B.     Pembahasan
            Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan cara yaitu: secara kimiawi adalah pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida. Yang dimaksud dengan herbisida adalah senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma, baik secara selektif maupun non selektif. Macam herbisida yang dipilih bisa kontak maupun sistemik, dan penggunaannya bisa pada saat pratanam, pratumbuh atau pasca tumbuh. Keuntungan pengendalian gulma secara kimiawi adalah cepat dan efektif, terutama untuk areal yang luas. Selain itu manfaat pengendalian ini memungkinkan pembasmian hingga mencapai daerah perakaran. Keadaan ini akan mematikan gulma. Perkecambahan individu baru gulma akan muncul relatif lebih lama setelah beberapa bulan pengendalian dibandingkan cara pengendalian lainnya. Gulma yang terkena racun herbida akan mati, dengan demikian individu produktif akan berkurang, bahkan akan habis jika pengendalian dilakukan dengan cermat dan akurat. Beberapa segi negatifnya ialah bahaya keracunan tanaman, mempunyai efek residu terhadap alam sekitar, selain itu penggunaan khemikalia yang kurang tepat juga akan berdampak terhadap peningkatan daya tahan individu gulma.. Sehubungan dengan sifatnya ini maka pengendalian gulma secara kimiawi ini harus merupakan pilihan terakhir apabila cara-cara pengendalian gulma lainnya tidak berhasil. Untuk berhasilnya cara ini memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang cukup. Pengendalian khemikalia sangat efektif untuk tujuan mematikan induk penghasil benih, dan juga seedling-seedling muda.
            Praktikum tentang pengendalian gulma yang telah dilaksanakan adalah pengendalian cara kimiawi dengan herbisida yaitu dengan penyemprotan. Tentang arah penggunaan herbisida dengan alat penyemprotan dapat diberikan secara :
-         langsung pada gulmanya
-         langsung pada gulma yang tumbuh terpencar
-         langsung pada gulma dalam larikan
-         diberikan di atas tanaman
-         diberikan pada keseluruhan tanaman dan gulma
ada beberapa cara untuk menentukan jumlah 1 semprotan per ha. Metode penyemprotan yang dirasa agak tepat adalah penyemprotan yang telah diketahui ukurannya. Diawali dengan tangki penuh dan pengukuran 1 yang diperlukan untuk mengisi kembali tangki setelah penyemprotan sebuah ukuran luas yang diketahui, 1 per ha dapat dengan cepat dihitung. Ukuran dari luasan yang disemprot membutuhkan luasan yang cukup untuk memberikan pengukuran yang tepat dari semprotan yang dipergunakan. Perlu diperhatikan bahwa kecepatan dan tekanan tidak boleh terlalu berbeda dengan penyemprotan lapang yang sesungguhnya.         Penyemprotan membutuhkan alat penyemprot dan larutan herbisida yang disemprotkan. Larutan herbisida dapat pula ditentukan. Penentuannya dengan menghitung. Untuk keperluan ini ditentukan beberapa pengertian tentang bahan aktif, ekuivalen asam, ppm dan % kadar. Sebelum penyemprotan, tindakan yang penting untuk diingat adalah menjaga agar penyemprotan secara myeluruh harus bersih. Jelasnya, tangki harus bersih dari bekas penggunaan sebelumnya. Larutan harus homogen, kaliberasi seyogyanya dilaksanakan beberapa kali. Gulma merupakan salah satu faktor pembatas produksi tanaman padi. Gulma menyerap hara dan air lebih cepat dibanding tanaman pokok (Gupta 1984). Pada tanaman padi, biaya pengendalian gulma mencapai 50% dari biaya total produksi (IRRI 1992). Komunitas gulma dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan kultur teknis. Spesies gulma yang tumbuh bergantung pada pengairan, pemupukan, pengolahan tanah, dan cara pengendalian gulma. Gulma berinteraksi dengan tanaman melalui persaingan untuk mendapatkan satu atau lebih faktor tumbuh yang terbatas, seperti cahaya, hara, dan air. Tingkat persaingan bergantung pada curah hujan, varietas, kondisi tanah, kerapatan gulma, lamanya tanaman, pertumbuhan gulma, serta umur tanaman saat gulma mulai bersaing.
            Di tingkat petani, kehilangan hasil padi karena persaingan dengan gulma mencapai 10-15%. Karena terbatasnya tenaga kerja untuk menyiang, dalam mengendalikan gulma petani mulai beralih dari penyiangan secara manual ke pemakaian herbisida. Selain itu, penggunaan herbisida lebih ekonomis dan efektif mengendalikan gulma dibanding cara lain, terutama pada hamparan yang luas. (Caseley 1994; Moody 1994; Heong dan Escalada 1995). Pengendalian gulma dimaksudkan untuk menekan atau mengurangi populasi gulma sehingga penurunan hasil secara ekonomis menjadi tidak berarti
           




V.KESIMPULAN DAN SARAN
 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari percobaan tersebut adalah :
-         Bila pengendalian gulma dilakukan dengan menggunakan herbisida, maka dipilih gulma yang mendominasi lahan tersebut untuk segera di kendalikan
-         Manfaat dari analisis vegetasi ini adalah untuk mengetahui gulma - gulma yang memiliki kemampuan tinggi dalam penguasaan sarana tumbuh dan ruang hidup
-         Berdasarkan umurnya gulma dapat dibedakan menjadi gulma semusim,dwimusim dan tahunan
-         Metode yang umum dipakai untuk analisis vegetasi adalah metode kuadran, karena tidak membutuhkan plot dengan ukuran tertentu, area cuplikan hanya berupa titik. Metode ini cocok digunakan pada individu yang hidup tersebar.

Saran
1.    Saran untuk para praktikum ini ialah supaya lebih tertib dalam mengikuti praktikum, karena ini adalah salah satu supaya kita bisa mengenal tentang gulma yang lebih baik.
2.    Pada praktikum ini yang mengisi adalah para kakak asisten oleh karenanya kita hendaknya lebih menghormatinya karna itu juga para asisten yang telah membimbing kita untuk belajar tentang pengenalan gulma, dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA
Anonym,2009,BAB 10 Gulma Tanaman Hortikultura dan Strategi Pengendaliannya
Anonym 2010, jenis-jenis gulma dan cara mengatasinya
Caseley, J.C. 1994. Herbicide. p. 83-123. In R. Labrada, J.C. Caseley, and C. Parker
            (Eds.). Weed Management for Developing Countries. FAO Plant
            Production and Protection. Paper No. 120. FAO, Rome.
Gupta, O.P. 1984. Scientific Management. Today and Tomorrows. Printers and Pub.      New Delhi, India. p. 102.
IRRI. 1992. Gogorancah: a Farmer’s Dry Seeded Rice Practice in Indonesia. Survey Report,   Collaborated CRIFC-IRRI, Bogor and Los Banos.
Syawal, Y. 2011. Interaksi Tanaman dengan Gulma (Dasar-Dasar Pengendalian Gulma). Penerbit Unsri. Palembang.